Dapur MBG Layani Ribuan Orang, Ahli Pangan Minta Pengendalian Suhu Diperketat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang layani ribuan orang memerlukan penguatan tata kelola keamanan pangan. Prof. Eko Hari Purnomo IPB menyatakan produksi makanan dalam skala besar tidak sama dengan memperbesar skala rumah tangga. Fasilitas seperti dapur, penyimpanan, dan peralatan memasak harus mampu memastikan makanan memperoleh panas secara merata, terutama untuk pangan berprotein seperti telur, daging, ikan, dan susu. Keamanan pangan dimulai dari penerimaan bahan baku, penyimpanan dengan sistem FIFO, hingga distribusi dalam waktu terkendali. Keterbatasan fasilitas dan kompetensi tenaga kerja dapat menurunkan standar keamanan pangan. Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan 80-90% kasus gangguan kesehatan berkaitan dengan ketidakpatuhan SOP, sehingga melakukan penyisiran terhadap 27.485 dapur hingga 27.022 dapur yang ditetapkan sementara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 21 September 2026 pukul 19.59
Prof. Eko: Perkuat Tata Kelola MBG dari Kapasitas Dapur hingga Pengendalian Suhu
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 11.13
BGN Pecat Pegawai SPPG Ledek Siswi Keracunan MBG Hilang Ingatan
Berita terkait
BGN Tutup Permanen 1.300 Dapur SPPG Bermasalah
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 17.01
Sudaryono Bakal Wajibkan SPPG Tempel Label Batas Waktu Konsumsi MBG
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 11.45
BGN tegaskan SLHS jadi syarat mutlak operasional SPPG
ANTARA News · 8 Agustus 2026 pukul 10.01
SPPG Kena Suspend Langsung Kehilangan Insentif Rp6 Juta per Hari, BGN Tegas Tak Ada Pengecualian
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.20