Polemik Upah Kupas Bawang 700 Ribu Per Kilo Berlanjut, 'Prabowo Tak Pernah Tahu Rasanya Lapar dan Utang Sembako di Warung'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ahmad Khozinudin menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung DPR RI terkait upah pengupas bawang yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram. Pada kesempatan tersebut, Presiden memperkenalkan seorang pekerja pengupas bawang bernama Susana. Khozinudin menilai besaran angka upah tersebut tidak wajar sehingga memerlukan klarifikasi agar tidak memicu persepsi keliru mengenai pendapatan pekerja sektor informal.
Berdasarkan nominal tersebut, Khozinudin membuat simulasi pendapatan harian. Jika seorang pekerja mampu mengupas 10 kilogram bawang per hari, pendapatannya dihitung mencapai Rp7 juta per hari atau sekitar Rp210 juta per bulan. Dalam kurun waktu satu tahun, penghasilan tersebut dapat menembus lebih dari Rp2,4 miliar, nominal yang dinilainya sangat jauh dari kenyataan upah pekerja bawah.
Khozinudin menegaskan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan kesenjangan pemahaman pemerintah terhadap realitas ekonomi masyarakat kecil. Menurutnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi nyata, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan pokok, beban utang sembako, pembayaran listrik, hingga biaya pendidikan anak.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Ungkap Fakta Besar dari Bank Dunia dan Pakar Soal Ekonomi RI
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 08.40
Said Abdullah Ungkap Momen Prabowo Takziah ke Rumah Megawati
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 08.40
Usai Bertemu Prabowo, Menhaj Bicara soal Biaya Haji 2027: Kemungkinan...
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 08.35
Said Abdullah Ungkap Momen Prabowo Sampaikan Dukacita ke Megawati
Detik.com · 29 September 2026 pukul 07.56