Polemik Upah Kupas Bawang 700 Ribu Per Kilo Berlanjut, 'Prabowo Tak Pernah Tahu Rasanya Lapar dan Utang Sembako di Warung'
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ahmad Khozinudin menyoroti pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR di Gedung DPR RI terkait upah pengupas bawang yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram. Pada kesempatan tersebut, Presiden memperkenalkan seorang pekerja pengupas bawang bernama Susana. Khozinudin menilai besaran angka upah tersebut tidak wajar sehingga memerlukan klarifikasi agar tidak memicu persepsi keliru mengenai pendapatan pekerja sektor informal.
Berdasarkan nominal tersebut, Khozinudin membuat simulasi pendapatan harian. Jika seorang pekerja mampu mengupas 10 kilogram bawang per hari, pendapatannya dihitung mencapai Rp7 juta per hari atau sekitar Rp210 juta per bulan. Dalam kurun waktu satu tahun, penghasilan tersebut dapat menembus lebih dari Rp2,4 miliar, nominal yang dinilainya sangat jauh dari kenyataan upah pekerja bawah.
Khozinudin menegaskan bahwa pernyataan tersebut mencerminkan kesenjangan pemahaman pemerintah terhadap realitas ekonomi masyarakat kecil. Menurutnya, kelompok masyarakat berpenghasilan rendah masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi nyata, mulai dari pemenuhan kebutuhan pangan pokok, beban utang sembako, pembayaran listrik, hingga biaya pendidikan anak.
Bagikan
Berita terkait
Istana Ungkap Alasan Bendera Raksasa Prabowo Berkibar di Udara HUT RI
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.02
Viral Susanah, Data Salah ke Prabowo Bikin Rumahnya Diblokade Polisi
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 20.00
Presiden Ajukan M Sarjito Jadi Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis OJK
VOI · 18 Agustus 2026 pukul 19.15
Nasihat Amien Rais ke Prabowo: Jangan Ditelan Semua Laporan dari Seluruh Anak Buah
Warta Ekonomi · 18 Agustus 2026 pukul 18.42