Populer: Ekonomi Iran Tertekan Perang; Purbaya Cek APBN Jabar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonomi Iran tertekan kuat akibat konflik bersenjata yang memicu sanksi internasional dan blokade laut. Kebijakan restriktif ini menghambat ekspor minyak mentah, menyebabkan kelangkaan barang, lonjakan pengangguran, dan penurunan daya beli. Harga beras naik hingga 60 persen dan daging sapi melonjak 150 persen. IMF memproyeksikan inflasi hampir 70 persen dan penyusutan PDB lebih dari 5 persen. Sektor ketenagakerjaan kehilangan lebih dari 1 juta lapangan pekerjaan dalam tiga bulan pertama konflik, sementara angka pengangguran resmi mencapai 9,1 persen.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meninjau implementasi APBN di Jawa Barat untuk memastikan efektivitas penyerapan anggaran. Hingga 31 Juli 2026, Jawa Barat mencatat surplus fiskal Rp 22,02 triliun. Pendapatan negara mencapai Rp 85,61 triliun (45,41 persen dari target), didominasi penerimaan perpajakan industri pengolahan Rp 30,60 triliun. Belanja negara realisasi Rp 63,59 triliun (57,02 persen dari pagu), dengan belanja modal K/L tumbuh 115,37 persen. KUR disalurkan Rp 23,24 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang terealrealisasi 5,73 persen pada kuartal II 2026.
Bagikan
Berita terkait
Perang Perparah Krisis Ekonomi Iran, Kelas Menengah Makin Terhimpit
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 18.23
Wamenkeu: Ekonomi triwulan II-2026 tunjukkan gairah ekonomi tetap baik
ANTARA News · 5 Agustus 2026 pukul 12.35
Rupiah Menguat Tinggalkan 18.000, Intip Prediksi Hari Ini
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 12.11
Ekonomi RI Tumbuh 5,29% dan Rupiah Perkasa, Dolar Turun Jadi Rp17.905
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 11.21