Potensi Transfer Teknologi China untuk Hilirisasi Batu Bara Jadi BBM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia merencanakan hilirisasi batu bara rendah kalori menjadi BBM atau campuran BBM, dengan China sebagai salah satu negara potensial untuk transfer of technology (ToT). Menurut Anggawira, Ketua Asosiasi Pemasupplayer Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo), China menjadi kandidat relevan khususnya untuk jalur produksi metanol dari batu bara. Namun, kerja sama teknis dengan China belum tentu berarti transfer teknologi telah terjadi secara penuh.
Anggawira menekankan bahwa ToT harus dilengkapi dengan pelatihan, akses pengetahuan proses, dan keterlibatan industri lokal agar Indonesia mampu mengoperasikan dan memelihara pabrik hilirisasi di masa depan. Para pelaku usaha juga membutuhkan kepastian usaha, termasuk kontrak pembeli jangka panjang, standar produk, dan formula harga yang mendukung pendanaan proyek.
Hendra Sinadia dari Apindo menyatakan bahwa konversi batu bara menjadi BBM, gas, atau metanol sudah dilakukan di beberapa negara seperti China. Proyek serupa telah ada di Kutai Timur, Kalimantan Timur yang dapat menghasilkan 2 juta ton metanol per tahun dan menghemat devisa hingga Rp7,1 triliun. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah tetap mengembangkan teknologi ini sebagai upaya menekan ketergantungan impor energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 4 Oktober 2026 pukul 08.21
China Bikin Geger Pasar Energi! Ekspor BBM Disetop Selama Oktober 2026
Berita terkait
China Hentikan Ekspor BBM, Kementerian ESDM Berburu Sumber Impor Alternatif
Liputan6.com · 2 Oktober 2026 pukul 20.15
Hilirisasi Batu Bara Jadi Metanol dan DME, Pemerintah Siapkan Diskon Pajak 7%
SINDOnews · 2 Oktober 2026 pukul 15.49
China Setop Ekspor BBM, RI Bakal Kena Imbasnya? Ini Kata ESDM
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 18.45
Batu Bara RI Bakal Diolah Buat Jadi Campuran Bensin!
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 17.35