Hilirisasi Batu Bara Jadi Metanol dan DME, Pemerintah Siapkan Diskon Pajak 7%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah Indonesia sedang mengembangkan hilirisasi batu bara melalui teknologi gasifikasi untuk menghasilkan produk bernilai tambah seperti metanol dan dimethyl ether (DME). Proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol telah beroperasi di Kutai Timur, Kalimantan Timur, dan diharapkan dapat mendukung kebutuhan energi domestik serta mengurangi ketergantungan pada impor energi seperti elpiji dan bahan baku industri kimia. Metanol yang dihasilkan dapat digunakan sebagai bahan baku dalam produksi biodiesel atau diolah lebih lanjut menjadi DME.
Untuk mendorong investasi, pemerintah menyiapkan insentif perpajakan berupa pengurangan pajak sekitar 7%, yang disesuaikan dengan penerapan pajak minimum global (GMT) sebesar 15%. Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menyampaikan bahwa kebijatan ini bertujuan menjaga daya tarik investasi meskipun menghadapi tantangan dari perubahan aturan perpajakan global. Dengan penerapan GMT, tax holiday penuh berpotensi tidak memberikan manfaat maksimal karena mekanisme top-up tax yang diterapkan oleh negara asal investor.
Pengembangan hilirisasi batu bara ini juga mendukung program mandatori biodiesel yang sedang berkembang, karena metanol merupakan salah satu bahan utama dalam proses produksinya. Dengan demikian, proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan energi nasional sekaligus menciptakan nilai tambah dari sumber daya alam yang dimiliki Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 14.50
Batu Bara Diubah Jadi Bensin, Pengembang Bakal Dapat Insentif?
Berita terkait
Kejar Kebutuhan B50, Pemerintah Dorong Batu Bara Diolah Jadi Metanol
kumparan · 3 September 2026 pukul 21.30
Wamen ESDM Resmikan Groundbreaking Proyek Hilirisasi Batu Bara BUMI
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 17.15
Gasifikasi Batu Bara di Kaltim Hasilkan Metanol Ekonomis
JawaPos · 1 September 2026 pukul 10.45
RI Berlimpah Batu Bara, Tapi Hilirisasinya Belum Terealisasi
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 19.50