Prabowo Bisa Pilih Lagi di 2029, Jokowi Jaga Nilai Tawar Gibran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dinamika politik menuju Pemilu 2029 menunjukkan potensi perubahan koalisi. Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengungkapkan adanya 'Jokowi Effect' terhadap PSI sebesar 9-10%, yang meningkatkan elektabilitas partai tersebut menjadi 4,1% pada Juli 2026. Hal ini mengindikasikan bahwa Joko Widodo masih memiliki pengaruh politik signifikan yang dapat menjadi kekuatan mandiri di luar pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kondisi ini menjadi strategis bagi Jokowi untuk menjaga nilai tawar Gibran. Sementara Gerindra tetap dominan dengan elektabilitas 26%, partai koalisi lain seperti Golkar, PAN, dan Demokrat diprediksi akan mengusung kader sendiri untuk posisi wakil presiden jika Prabowo maju kembali. Dengan basis dukungan melalui PSI, Jokowi memiliki instrumen politik untuk menghadapi persaingan internal koalisi pada 2029.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 15 Agustus 2026 pukul 01.26
Pertemuan Sekjen Parpol, PKB: Bahas Perkembangan Terkini hingga Pemilu 2029
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 09.00
Puan Maharani Santai Dapil Sama dengan Kaesang Pangarep di Pemilu 2029
Berita terkait
PSI: Menumbangkan Prabowo-Gibran Adalah Pekerjaan yang Tidak Mudah
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 10.00
PSI Tak Berhenti di Jokowi, Next Bakal Dedi Mulyadi: Mereka Butuh Sosok Capres-Cawapres...
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.40
Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Takut
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.29
Efek Domino Jokowi Makin Terasa! PSI Sukses Tekan PPP, Ambisi Lolos Senayan Bukan Lagi Mimpi?
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 13.12