PSI: Menumbangkan Prabowo-Gibran Adalah Pekerjaan yang Tidak Mudah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi sempat menyinggung kemungkinan percepatan Pemilu 2029, bahkan menyatakan memiliki insting bahwa pemilu bisa berlangsung lebih cepat. Ia pun mengaitkan kemungkinan ini dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, serta membandingkannya dengan momentum perubahan besar yang terjadi menjelang berakhirnya Orde Baru pada 1997-1999. Namun, pernyataannya mendapat respons dari kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, yang menilai upaya menumbangkan pemerintahan Prabowo-Gibran bukanlah hal yang mudah. Dedy menekankan bahwa aturan dan mekanisme hukum yang ada harus dilalui terlebih dahulu, sehingga wacana perubahan tidak bisa dilakukan sembarangan. Ia bahkan menyebut gagasan Budi Arie sebagai sesuatu yang sulit diwujudkan dan lebih banyak terkait dengan angan-angan. Alih-alih memikirkan percepatan pemilu, Dedy meminta semua pihak untuk sabar dan menunggu jadwal yang telah ditetapkan, dengan menegaskan bahwa Pemilu 2029 masih akan digelar sesuai jadwal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 18.02
Respons Pernyataan Budi Arie, PSI Sebut Dukung Prabowo-Gibran sampai Akhir
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 20.38
Anak Buah Kaesang: Budi Arie Bukan Bagian dari PSI, Berhenti Seret Nama PSI
Media Indonesia · 25 Agustus 2026 pukul 17.27
Gerindra Respons Budi Arie soal Pemilu 2029 Dipercepat
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.45
Pesan PSI untuk Ketum Projo Budi Arie Tegas, Begini Kalimat Andy Budiman
Berita terkait
Projo: PSI dan Kami Punya Kedekatan, Tak Perlu Disangkal Sama-sama Pernah dan Tetap Pendukung Jokowi
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 10.57
Prabowo Bisa Pilih Lagi di 2029, Jokowi Jaga Nilai Tawar Gibran
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 21.30
Bela Ucapan Budi Arie, Projo ke PSI: Jangan Jadikan Perbedaan Pandangan Jadi Alasan Bermusuhan
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 10.15
PSI: Pernyataan Ketum Projo Budi Arie Adalah 'Buah Pikiran Orang Kurang Kerjaan'
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 08.33