Prabowo Disebut Sedang Batasi Ruang Gerak PSI Biar Tak Jadi Partai Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan petuah Jawa "Lamun sira sakti ojo mateni" dalam acara di Kebumen, Jawa Tengah, pada Minggu (30/8/2026). Pernyataan ini menuai kritik tajam dari advokat Ahmad Khozinudin, yang menilai sikap Jokowi tak konsisten dengan rekam jejak kepemimpinannya selama 10 tahun terakhir. Ahmad mengaitkan pernyataan Jokowi dengan sejumlah peristiwa tragis dan kontroversial di era pemerintahannya, termasuk Tragedi Kanjuruhan, kematian petugas KPPS pada Pilpres 2019, dan insiden KM 50 yang menewaskan enam anggota FPI. Ia juga menyoroti pembubaran organisasi massa Islam seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI), yang menurutnya sebelumnya tidak pernah bermasalah saat pemerintahan SBY. Ahmad menilai dinamika politik terkini antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tanda-tanda bahwa ruang gerak politik Jokowi sedang dibatasi. Ia mencontohkan pemberhentian tokoh dekat Jokowi seperti Budi Arie Setiadi dan serangan politik terhadap keluarga Jokowi, termasuk polemik ijazah Gibran Rakabumming Raka. Menurut Ahmad, langkah-langkah ini merupakan konsekuensi dari hukum sebab-akibat atas kebijakan dan aksi Jokowi sebelumnya.
Bagikan
Berita terkait
BTN Kucurkan Rp 240,99 Miliar untuk 1.517 KPR Murah di Jambi
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 18.30
DPR 'Tumben' Terima Pendemo, RUU Perampasan Aset Dikhawatirkan Cuma Kejar Tayang
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 18.19
Aturan Diubah, Buruh Tani Tanpa Lahan Kini Berhak Dapat Alsintan
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 18.15
Jembatan Pongpet Ambruk Saat Diresmikan, Dandim Pangandaran Akui Ada Kelalaian
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 18.11