Prabowo: Harga Pupuk Berhasil Turun 20 Persen, Pertama Kali dalam Sejarah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo mengumumkan capaian penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, yang menjadi pertama kalinya terjadi dalam sejarah Republik Indonesia. Dalam Sidang Tahunan MPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Jumat (14/8), ia menjelaskan bahwa pemerintah telah menghilangkan 145 aturan penyaluran pupek, sehingga petani dapat mengakses pupuk dengan harga yang lebih terjangkau. Menurutnya, penurunan harga pupuk ini tidak hanya mempermurah biaya bagi petani, tetapi juga meningkatkan volume ketersediaan pupek di pasar. Dampaknya, produksi pertanian diperkirakan akan meningkat, sekaligus mempercepat pencapaian swasembada pangan. Awalnya, pemerintah menargetkan swasembada pangan dalam empat tahun, namun Prabowo mengklaim bahwa tujuan ini bisa dicapai hanya dalam satu tahun. Keuntungan PT Pupuk Indonesia justru mengalami kenaikan sebesar 252,8 persen, meski harga pupek turun. Prabowo menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kebijakan ini, termasuk Menteri Pertanian, TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.27
Prabowo Kenalkan Joko Purnomo yang Panen hingga 9 Ton Padi per Hektare usai Harga Pupuk Turun
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 11.20
Prabowo Klaim Harga Pupuk Turun 20 Persen Usai Pangkas Aturan Penyaluran
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.57
Prabowo: 145 Aturan Pupuk Dipangkas, Harga Turun 20%
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 11.12
Prabowo Bilang RI Udah Swasembada 8 Komoditas, Janji Daging OTW-Kapan?
Berita terkait
Dari Pupuk ke Panen, Begini Peran Pupuk Indonesia dalam Jaga Ketahanan Pangan
Detik.com · 9 September 2026 pukul 10.34
PSI Apresiasi Kinerja Pemerintahan Prabowo Swasembada 8 Komoditas Pangan
Media Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.13
Pidato Prabowo di Sidang Tahunan: Indonesia Belum Swasembada Daging
Liputan6.com · 14 Agustus 2026 pukul 10.56
Prabowo Jamin Indonesia Kuat Hadapi El Nino Dahsyat, Ini Alasannya
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.48