Prabowo Jamin Data Sensus Ekonomi 2026 Bukan Untuk Mengejar Kekayaan Pribadi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat mendukung Sensus Ekonomi 2026 dengan melaporkan kekayaan dan pendapatan secara jujur. Data yang dihimpun Badan Pusat Statistik (BPS) ini krusial untuk memperbarui data aktivitas ekonomi nasional yang sudah tidak diperbarui selama lebih dari 10 tahun, guna meningkatkan kualitas kebijakan makro dan penyusunan APBN.
Sensus ini melibatkan sekitar 251.000 petugas di seluruh desa dan ditargetkan selesai akhir Agustus 2026. Presiden menjamin data tersebut tidak akan digunakan untuk mengejar kekayaan pribadi pelapor, melainkan untuk akurasi anggaran. Sebagai contoh, data PDB yang lebih akurat akan mempengaruhi perhitungan defisit APBN, seperti asumsi PDB Rp27.987 triliun pada RAPBN 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 16.18
Prabowo Minta Rakyat-Anggota DPR Isi Sensus Ekonomi dengan Jujur
Detik.com · 14 Agustus 2026 pukul 16.05
Prabowo: Data Sensus Ekonomi Tidak Digunakan untuk Mengejar Kekayaan Pribadi
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 17.35
Pamer Rating S&P dan LIanhe Ratings, Prabowo: Ini Pengakuan Dunia
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.55
Jangan Takut Jawab Petugas Sensus, Prabowo Kasih Jaminan Ini
Berita terkait
Arahan Khusus Prabowo ke Suahasil Nazara Sebelum Dilantik jadi Menkeu
Liputan6.com · 14 September 2026 pukul 17.12
Ekonomi Tumbuh 5,29%: Prabowo Dikritik dan Kenyataannya
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 20.47
Harga Cabai hingga Beras Bakal Sumbang Inflasi September 2026
Liputan6.com · 29 September 2026 pukul 20.30
Menkeu Suahasil Andalkan Danantara, Ekonomi RI Butuh Suntikan Investasi
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.46