Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Minta Aset BUMN Nganggur Bisa Dimanfaatkan Swasta

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah menutup 290 BUMN yang tidak produktif dan berencana untuk mengurangi jumlah BUMN hingga tersisa maksimal 300 BUMN produktif di akhir tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam pidatonya di depan Kompleks Parlemen Senayan pada Jumat, 14 Agustus 2026. Prabowo menekankan bahwa banyak aset BUMN seperti tanah, gedung, jaringan, kawasan, dan fasilitas belum dikelola secara optimal, sehingga tidak memberikan manfaat maksimal. Untuk memperbaiki hal ini, pemerintah berencana membuka peluang bagi sektor swasta untuk mengelola aset-aset BUMN yang tidak produktif melalui proses yang terbuka, kompetitif, dan akuntabel. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan investasi dalam negeri, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Prabowo juga menyatakan bahwa Indonesia harus belajar dari pengalaman India yang berhasil mengoptimalkan aset BUMN melalui program 'National Monetisation Pipeline', di mana swasta diberi ruang untuk mengoperasikan aset publik sementara kepemilikan tetap berada pada negara. Sebagai contoh penerapan, Prabowo menyebutkan konsep integrasi pengoperasian bandara, perusahaan penerbangan, hotel, dan akomodasi lainnya untuk meningkatkan nilai tambah dan pendapatan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait