Jakarta · Selasa, 8 September 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Murka Bekas Karhutla Langsung Disulap Jadi Kebun Sawit: Sudah Kelewatan

Presiden Prabowo Subianto mengekspresikan kekhawatiran terhadap fenomena lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang berubah fungsi menjadi perkebunan sawit dalam waktu singkat. Dalam rapat penanganan bencana virtual pada Senin (7/9/2026), Prabowo mencurigai adanya kesengajaan di balik perubahan fungsi lahan tersebut dan meminta Kapolri untuk mengusut tuntas siapa yang berada di balik kejadian Karhutla. Ia bertanya apakah kebakaran tersebut dilakukan oleh masyarakat biasa atau oleh korporasi besar demi kepentingan komersial.

Prabowo meminta agar proses investigasi tetap berjalan tanpa henti dan meminta identitas perusahaan yang diduga terlibat segera disampaikan kepadanya. Ia juga membuka kemungkinan untuk menjatuhkan sanksi maksimal, termasuk pencabutan izin dan hak pengelolaan lahan, terhadap korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran. Prabowo menekankan bahwa kerusakan alam demi mengejar ekspansi bisnis tidak bisa ditoleransi dan meminta aparat untuk tidak hanya menyelidiki pelaku lapangan tetapi juga aktor intelektual dan pemilik modal di balik korporasi yang terlibat.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa hingga kini, Polri telah menetapkan 138 orang sebagai tersangka dalam kasus Karhutla, dengan 119 di antaranya terbukti melakukan pembakaran secara sengaja. Selain itu, kepolisian sedang memproses 8 korporasi dan melakukan pendalaman terhadap 60 perusahaan lainnya yang diduga terlibat. Pulang perusahaan tersebut telah dikenakan sanksi administratif, mulai dari pembekuan hingga pencabutan izin.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait