Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Pamer Peringkat Utang RI di Mata Global

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa lembaga pemeringkat internasional mempertahankan penilaian positif terhadap perekonomian Indonesia. Dalam pidato pengantar pemerintah untuk RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan pada 14 Agustus, ia menyebut Standard & Poor’s (S&P) mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Penilaian tersebut berlaku sejak 13 Juli 2026 dan menempatkan Indonesia tetap dalam kategori investment grade.

Menurut Prabowo, S&P menilai Indonesia memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat, kebijakan makroekonomi yang secara umum berhati-hati, serta beban utang yang relatif prudent dan berkelanjutan dibandingkan negara-negara dengan kondisi serupa. Ia menegaskan penilaian itu berasal dari lembaga internasional, bukan dari pemerintah.

Selain S&P, Lianhe Ratings Global dari China memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil. Peringkat tersebut merupakan level tertinggi untuk penerbitan Panda Bonds Republik Indonesia. Lembaga itu menilai fundamental ekonomi Indonesia solid, kebijakan pemerintah efektif, ekonomi tahan terhadap guncangan eksternal, dan inflasi terkendali. Prabowo mengatakan berbagai penilaian tersebut menjadi pengingat bahwa kredibilitas ekonomi dibangun melalui konsistensi, kerja keras, serta pelaksanaan kebijakan yang nyata.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait