Prabowo Satukan Jokowi dengan Semangat Antikorupsi, Pakar: Sulit Dicerna Logika
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menyoroti paradoks dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terkait dukungan politiknya terhadap mantan presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, semangat pemberantasan korupsi yang disuarakan Prabowo justru terlihat kehilangan kekuatan saat pemerintah secara terbuka mendukung Jokowi, sebagaimana terlihat dalam teriakan "Hidup Jokowi". Denny mempertanyakan konsistensi antara narasi antikorupsi dan tindakan politik yang ditunjukkan pemerintah.
Menurut Denny, pemberantasan korupsi seharusnya dimulai dari kepatuhan terhadap konstitusi, bukan hanya fokus pada penindakan terhadap koruptor setelah pelanggaran terjadi. Ia juga mengaitkan dinamika ini dengan Pemilu 2024, khususnya terkait pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden, yang menurutnya menunjukkan ketidakkonsistenan politik.
Denny menekankan bahwa masyarakat menilai pemerintah tidak hanya dari kebijakan yang dikeluarkan, tetapi juga dari konsistensi antara prinsip yang dikampanyekan dengan sikap politik yang ditunjukkan. Ia menilai pentingnya agar narasi antikorupsi tetap konsisten dengan tindakan nyata di ranah politik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 16.26
Prabowo Duduk Sejajar Jokowi saat HUT ke-81 RI, Gerindra: Cerminan Hubungan Baik
Berita terkait
Eks Wamenkumham Peringatkan Prabowo: Jangan Terlambat atau Bersiap Digulung Kekuatan Fatimah Azzahra
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 13.38
BEM UI Fathimah Azzahra Bicara Bangsa, Prabowo Disebut Salah Hitung Bawang
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 18.10
Prabowo Diminta Waspada, Diam-diam Ada 'Kudeta Senyap' dari Jokowi: Presiden Cuma Dikasih 2 Tahun...
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 13.31
Ada yang Nyumbang Rp700 juta! Hadiah Sayembara Ijazah SMA Gibran Kini Sudah Tembus Rp1,05 Miliar!
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 12.20