Prabowo Sebut RI Lebih Baik dari Jepang, Ahli: Bohong, Laporan Begini Kok Dipercaya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia lebih baik dari Jepang dan negara Eropa berdasarkan laporan statistik, sekaligus menyampaikan data soal 28.000 penerima MBG yang mengalami gangguan kesehatan. Klaim tersebut dipertanyakan ahli Forensik Digital Josua Sinambela yang menyoroti kualitas laporan BPS yang diklaim memiliki anggaran sensus Rp7 triliun. Josua mempertanyakan validitas laporan yang menurutnya tidak sesuai fakta, meski masih dipercaya sebagai dasar keputusan. Prabowo menekankan pentingnya verifikasi data dan berupaya meningkatkan statistik nasional.
Anggaran BPS mencapai Rp7 triliun untuk sensus, seharusnya menghasilkan data berkualitas menyeluruh. Josua menilai hasil yang diberikan tidak mencerminkan investasi tersebut. Pernyataan Prabowo disampaikan saat meresmikan 1.079 SPPG Polri, menyoroti 0,006% dari 4,5 miliar penerima MBG yang mengalami gangguan.
Kontroversi ini menambah tekanan untuk transparansi data statistik Indonesia, terutama dalam konteks perbandingan internasional yang menyinggung persepsi luar negeri.
Bagikan
Berita terkait
Prabowo Sebut RI Lebih Baik dari Jepang, Ahli: Laporan Begini Kok Dipercaya
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 18.30
Bos BPS soal Sensus Ekonomi: Data Kami Jaga, Tak Ada Kaitannya dengan Pajak
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 16.00
Kepala BPS Angkat Suara soal Penyesuaian Ulang Klasifikasi Desil
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 17.42
Ternyata Sensus Ekonomi 2026 jadi Salah Satu Elemen Penentu Desil Kesejahteraan, Ungkap BPS
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 15.46