Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Ungkap Arsitektur RAPBN 2027: Belanja Negara Rp 4.097,2 Triliun dan Defisit 2,40%

Presiden Prabowo Subianto memaparkan arsitektur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dalam pidato kenegaraannya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026). RAPBN 2027 dirancang untuk mendukung transformasi ekonomi nasional dan memperkuat ketahanan Indonesia di sektor strategis. Pemerintah menetapkan delapan agenda utama: kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana, penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa, serta penurunan kemiskinan. Kedelapan agenda ini didukung oleh penguatan sektor pertahanan, keamanan, penegakan hukum, tata kelola pemerintahan, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi. Untuk mendanai program-program prioritas tersebut, pemerintah merencakan Belanja Negara sebesar Rp 4.097,2 triliun pada 2027, meningkat dari Rp 3.842,7 triliun pada APBN 2026. Pendapatan Negara diperkirakan mencapai Rp 3.426 triliun, sementara Pembiayaan Anggaran diproyeksikan sebesar Rp 671 triliun. Dengan struktur ini, defisit RAPBN 2027 ditetapkan pada level 2,40 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Prabowo menekankan bahwa desain RAPBN 2027 bertujuan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan nasional dan keberlanjutan fiskal negara. Dengan pendekatan ini, pemerintah berupaya memastikan alokasi anggaran efisien dan berkelanjutan untuk mewujudkan tujuan pembangunan jangka menengah.

Berita terkait