Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Prabowo Ungkap Impor BBM Tembus Rp 500 Triliun per Tahun

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa nilai impor bahan bakar minyak (BBM) Indonesia mencapai US$ 28–30 miliar per tahun, atau setara Rp 499–534 triliun dengan asumsi kurs Rp17.853 per dolar AS. Pengungkapan ini disampaikan saat peluncuran produksi motor listrik nasional (Molinas) di Cikarang, Jawa Barar, pada Kamis (13/8/2026). Prabowo menekankan bahwa penggunaan kendaraan listrik secara massal dapat mengurangi pengeluaran negara dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor BBM.

Untuk mendukung transisi energi, pemerintah juga gencar mendorong penggunaan BBM campuran bahan bakar nabati, seperti biodiesel 50 persen (B50), serta peralihan dari Liquified Petroleum Gas (LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG) yang dapat diperoleh dari dalam negeri. Menurutnya, langkah ini penting karena Indonesia masih bergantung pada impor LPG.

Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah menargetkan penyaluran BBM campuran etanol 10 persen (E10) mulai 2027, sebagai langkah awal menuju E20. Kajian terkait kebijakan mandatori etanol sudah dilakukan sejak 2025 dan diproyeksikan selesai pada 2028–2029. Pemerintah juga memastikan penguatan industri hulu dan pasokan bahan baku lokal agar kebijakan ini tidak menyebabkan lonjakan impor etanol.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait