Prabowo Ungkap Rumus Bernegara: Cintai Rakyat dan Gunakan Akal Sehat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318594/original/039256900_1786108387-IMG_2800.jpeg)
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dua prinsip kepemimpinan yang menjadi pedomannya, yakni mencintai rakyat dan menggunakan akal sehat dalam mengambil keputusan. Prinsip ini ia peroleh dari mantan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1978-1988, Ben Mboi, yang ia anggap sebagai salah satu gurunya. Prabowo menyampaikan hal ini saat menghadiri acara Peluncuran dan Bedah Buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Jakarta pada Jumat, 7 Agustus 2026. Menurutnya, kebijakan yang didasarkan pada cinta kepada rakyat dan akal sehat akan menghasilkan keputusan yang tepat dan cepat terlihat hasilnya. Prabowo juga menyebutkan bahwa pendekatan ini diterapkan dalam kebijakan pemerintah seperti hilirisasi dan swasembada pangan, yang menurutnya menjadi fondasi penting untuk keamanan nasional. Selain Ben Mboi, Prabowo juga menyebut mantan Gubernur Jawa Timur periode 1967-1976, Mohammad Noer atau Cak Noer, sebagai salah satu mentornya. Cak Noer pernah berkata bahwa tugas seorang pemimpin adalah bekerja agar masyarakat kecil, terutama kelompok yang lemah dan miskin, dapat tersenyum dan memiliki harapan. Prabowo meyakini bahwa dengan bekerja untuk memberi harapan kepada rakyat yang paling tidak berdaya, arah pembangunan nasional akan tetap berada di jalur yang benar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 18.14
Prabowo Sebut Ben Mboi hingga Cak Noer Mentor Kepemimpinannya
Detik.com · 9 Agustus 2026 pukul 08.30
Ekonomi Indonesia: Konduktor, Panglima dan Komando
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 17.28
Prabowo Hadiri Peluncuran Buku Bahlil, Pidato soal Kepemimpinan
SINDOnews · 6 Agustus 2026 pukul 23.01
Prabowo: Saya Suka Memimpin dengan Fakta, Kadang Tidak Enak
Berita terkait
Pengamat: Gibran Tak Sendirian, Prabowo Juga Tak Dibela Koalisinya Sendiri
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 13.40
Pesan Luhut untuk Pemimpin: Harus Mau Mendengar, Jangan Merasa Paling Benar
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 17.15
Luhut Ingin DEN Jadi Lembaga Permanen, Rutin Pasok Kajian ke Prabowo
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 12.19
Bukan Tambah Anggaran, Pemerintah Harus Bongkar Ulang Rp824 Triliun untuk Sekolah Gratis
Warta Ekonomi · 27 September 2026 pukul 17.46