Pramono Anung Lawan Purbaya Soal Obligasi Daerah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pemerintah pusat mengembalikan Dana Bagi Hasil (DBH) jika Pemprov Jakarta tidak menerbitkan obligasi daerah. Permintaan ini sebagai respons terhadap saran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyarankan agar pemerintah daerah tidak terburu-buru menerbitkan obligasi karena kapasitas anggaran Jakarta dinilai masih kuat. Sebagai alternatif, Purbaya menyarankan Pemda menggunakan fasilitas pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI. Menurut jurnalis senior Muchlis A Rofik, sikap Pramono mulai menunjukkan sikap melawan kebijakan pemerintah pusat. Pramono menegaskan bahwa Jakarta memiliki banyak mandat pembangunan infrastruktur yang membutuhkan dukungan pendanaan besar. Ia menyatakan Pemprov bisa saja membatalkan rencana penerbitan obligasi, asalkan pemerintah pusat mengembalikan DBH yang sebelumnya dipangkas. “Kalau enggak ya dana bagi hasilnya tolong dikembalikan. Jadi simpel itu aja,” kata Pramono saat ditemui di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (4/9/2026).
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 5 September 2026 pukul 04.00
Purbaya Minta Pemda Tak Buru-buru Terbitkan Obligasi, Pramono: Tetap Saya Ajukan
Berita terkait
Purbaya: Uang Jakarta Sudah Kebanyakan
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 04.01
Andi Sinulingga: Pramono Benar, Pemerintah Pusat Kalahkan Kompeni
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 10.50
Purbaya Larang Jakarta Cari Utang, Pramono Ngotot Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 19.13
Pramono Siapkan Rp2,7 T Bangun LRT Jakarta Manggarai Tembus Dukuh Atas
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 20.50