Premi Asuransi Umum Anjlok, Klaim Malah Meledak 23,3% Jadi Rp29,5 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi asuransi umum pada triwulan II-2026 mencapai Rp61,25 triliun, terkontraksi 1,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski ekonomi Indonesia tumbuh 5,29%, industri asuransi mengalami turbulensi dengan penurunan premi. Beban klaim justru meningkat 23,3% menjadi Rp29,51 triliun. Lini properti, kontributor terbesar, terkontraksi 13,6% menjadi Rp15,50 triliun. Lini engineering turun 14,1% dan energy on shore turun 40,4%. Sebaliknya, motor vehicle tumbuh 4,9%, health insurance naik 2,9%, dan credit insurance meningkat 9,3%. Premi reasuransi turun 13,8% dengan klaim bruto menurun 6,6%.
Bagikan
Berita terkait
Perlindungan Andal Nasabah, BRI Insurance Serahkan Pembayaran Klaim Property All Risks Rp365 Juta
SINDOnews · 30 Juli 2026 pukul 20.48
Dukung Pemulihan Operasional Nasabah di Tulang Bawang, BRI Insurance Serahkan Klaim Heavy Equipment Rp290 Juta
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 16.40
AAJI Ungkap Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 11,2 Persen, Kenapa?
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 14.16
Danantara Housing Expo 2026 Raup Proyek Rp2 Triliun, Pengunjung Tembus 10 Ribu per Hari
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 16.05