AAJI Ungkap Pendapatan Asuransi Jiwa Turun 11,2 Persen, Kenapa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pendapatan asuransi jiwa turun Rp96,39 triliun atau 11,2 persen YoY di semester I 2026. Penurunan didasari tekanan pada instrumen investasi seperti saham, obligasi, dan SBN yang mengalami penyusutan. Meski demikian, pendapatan premi tetap tumbuh 8,2 persen menjadi Rp94,75 triliun (unweighted) dengan kenaikan signifikan pada produk unit link 10,3 persen dan tradisional 6,9 persen. Premi bisnis baru naik 14,2 persen untuk produk tradisional dan 34,5 persen untuk unit link, menunjukkan permintaan masih kuat. Klaim dan manfaat mencapai Rp75,57 triliun, naik 4,3 persen, dengan klaim kesehatan meningkat 11,3 persen dan pembayaran menjalani hidup naik 25,5 persen. AAJI menilai industri tetap sehat karena klaim berada di bawah pertumbuhan premi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 12.55
Hasil Investasi Asuransi Jiwa Anjlok, Semester I-2026 Berbalik Negatif Rp2,47 Triliun
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 11.55
Premi Asuransi Jiwa Syariah Anjlok 20,2%, AAJI Ungkap Penyebabnya
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 09.05
Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Naik 8,2%, Sentuh Rp94,75 Triliun
SINDOnews · 31 Agustus 2026 pukul 20.31
Industri Asuransi Jiwa Bayar Klaim dan Manfaat Rp75,57 Triliun di Semester I-2026
Berita terkait
Banyak Warga Meninggal di Usia Muda, Klaim MSIG Life Tembus Rp545 M
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 14.35
IFG Life Catat Laba Bersih Rp482 Miliar di 2025, Tumbuh 162,9%
SINDOnews · 12 Agustus 2026 pukul 11.35
IHSG Melonjak 1,14% Tembus 6.600, Saham Bank Jadi Penopang
CNBC Indonesia · 1 September 2026 pukul 16.40
Anggaran BKPM Rp 974 M pada 2027, Komisi XII Usul Naik Jadi Rp 1,2 T
kumparan · 1 September 2026 pukul 15.46