Produksi Minyak Blok Rokan Belum Optimal, Pasokan Listrik Jadi Biang Kerok
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9332956/original/021280500_1787725194-1000420696.jpg)
Produksi minyak di Blok Rokan belum optimal akibat gangguan pada sistem kelistrikan dan kebocoran pipa gas pada awal 2026. Direktur Migas Laode Sulaeman menyatakan perbaikan sistem pembangkit listrik sedang dalam proses penanganan. PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan fuel switching ke solar dan manajemen beban listrik untuk menjaga produksi tetap berjalan. Rata-rata produksi minyak nasional hingga 31 Juli 2026 mencapai 578.156 barrel per day (bopd). Pemerintah memberikan atensi penuh untuk memulihkan produksi Blok Rokan yang menjadi tulang punggung produksi minyak nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 14.41
ESDM-SKK Migas Ungkap Pemicu Produksi Minyak RI di Bawah 600.000 Barel
Berita terkait
Gerindra: RUU Migas Bentuk Pengembalian Kedaulatan Negara atas Migas
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 13.39
Kepala KSP Dudung Bertemu Wadirut Pertamina, Ternyata Bahas Ini
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 19.25
Negara Masih Punya Utang Subsidi & Kompensasi BBM-LPG Rp 166 T ke Pertamina
Detik.com · 26 Agustus 2026 pukul 15.29
Konsumsi LPG 3 Kg Melonjak Tiap Tahun, Konsumen Bakal Diatur Lagi
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 15.05