Profesor BRIN Ingatkan Mimpi Buruk Krakatau 1883, Soroti Erupsi Anak Krakatau
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Profesor BRIN Erma Yulihastin mengingatkan kembali tragedi letusan Krakatau tahun 1883 yang menyebabkan gelap global dan gangguan iklim ekstrem. Aktivitas letusan Gunung Anak Krakatau tercatat kuat oleh JMA, dengan fenomena Strombolian hingga kolom abu mencapai 15 km. Letusan memuncak pukul 00.01–04.40 WIB, menyebabkan aliran lava dan gempa dengan tremor 21.600 detik. Dampak terasa hingga Banten, Lampung, dan Jawa Barat. Gunung berada di Level III (Siaga), BNPB menegaskan tidak ada ancaman tsunami karena volume tubuh masih kecil. Masyarakat pesisir Banten dan Lampung diimbau tetap tenang.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 5 September 2026 pukul 13.18
Erupsi Terbaru Anak Krakatau Belum Berpotensi Picu Tsunami Seperti Tahun 2018
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 11.57
Badan Geologi Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Picu Tsunami
JawaPos · 5 September 2026 pukul 11.45
Erupsi Hingga Muntahkan Lava Air Mancur, Status Aktivitas Gunung Anak Krakatau Masih Siaga
Detik.com · 5 September 2026 pukul 10.45
Saat Pintu hingga Jendela Bergetar Sendiri saat Anak Krakatau Erupsi
Berita terkait
CCTV Pemantau Anak Krakatau Rusak Usai Kena Lontaran Material Erupsi
Detik.com · 5 September 2026 pukul 09.45
Warga Diminta Waspada Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Dentuman
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.30
Anak Krakatau Semburkan Lava, Warga Diimbau Jauhi Radius 3 Km
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.25
Gunung Sinabung Berstatus Siaga, Warga Diimbau Mengungsi
Detik.com · 5 September 2026 pukul 08.57