Badan Geologi Pastikan Erupsi Anak Krakatau Tak Picu Tsunami
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9341019/original/068621500_1788570883-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_08.13.55.jpeg)
Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau tidak berpotensi memicu tsunami. Erupsi beruntun terjadi sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Evaluasi terhadap pertumbuhan tubuh gunung yang telah rebang setelah erupsi 2018 menunjukkan ukuran tubuhnya masih relatif kecil sehingga tidak berpotensi mengalami keruntuan skala besar. Data Magma Indonesia mencatat minimal 10 kali erupsi dalam sehari terakhir, disertai suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunung Api Krakatau Pasauran. Warga di Jawa Barat, Banten, dan Lampung melaporkan suara dentuman dan getaran, diduga berkaitan erupsi tersebut. BNPB menghimbau masyarakat di pesisir Banten dan Lampung tidak panik serta tidak mendekati kawasan gunung.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.30
Warga Diminta Waspada Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Dentuman
Detik.com · 5 September 2026 pukul 12.15
Erupsi Anak Krakatau Tak Berpotensi Tsunami, Ini Penjelasan PVMBG
SINDOnews · 5 September 2026 pukul 09.52
Dentuman dan Getaran di Lampung hingga Jabar Diduga Terkait Aktivitas Gunung Anak Krakatau
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.46
PVMBG: Tubuh Gunung Anak Krakatau Pasca 2018 Belum Bisa Picu Tsunami
Berita terkait
Anak Krakatau Erupsi, BNPB Minta Warga Banten-Lampung Tak Panik Isu Tsunami
Liputan6.com · 5 September 2026 pukul 09.58
Kepala Badan Geologi: Dentuman Jabar Diduga Berkaitan Anak Krakatau
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 09.27
Erupsi Terbaru Anak Krakatau Belum Berpotensi Picu Tsunami Seperti Tahun 2018
Detik.com · 5 September 2026 pukul 13.18
Erupsi Terbaru Gunung Anak Krakatau Rusak Kamera Pemantau
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 13.11