Program Motor Listrik Nasional Dinilai Perlu Sasar Daerah 3T, Bukan Hanya Kota Besar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Program Motor Listrik Nasional (Molinas) perlu ditujukan ke daerah 3T, pulau kecil, dan wilayah perbatasan, bukan hanya kota besar di Jawa. Akademisi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno menyatakan daerah dengan biaya distribusi BBM tinggi akan mendapat manfaat ekonomi lebih besar dari penggunaan kendaraan listrik. Contoh nyata adalah Kabupaten Asmat, Papua Selatan yang telah mengadopsi kendaraan listrik sejak 2007 karena tantangan distribusi BBM. Penyaluran insentif motor listrik sebaiknya merata untuk membangun pasar baru di luar Jawa dan mengurangi konsentrasi kendaraan di kota.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 20.31
Molinas Diprediksi Bisa Tekan Subsidi BBM hingga Rp82 T
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.41
Motor Listrik Nasional Jadi Senjata Kurangi Impor BBM
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 18.31
Molinas Berpotensi Pangkas Subsidi BBM Rp 82,2 Triliun
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.21
Molinas Diproyeksi Pangkas Subsidi BBM Rp82,2 Triliun
Berita terkait
Motor Listrik RI dengan TKDN 75% Ini Ternyata Belum Masuk Molinas
CNBC Indonesia · 26 September 2026 pukul 18.15
Motor Listrik Bakal Jadi Pasar Baru? MUF Spill Pembiayaan Tumbuh 17,2%
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 17.00
MUF Wanti-wanti Soal DP 0 Persen Motor Listrik
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 16.40
Video: Dorong Warga RI Pakai Molinas, Pemerintah Bakal Beri Insentif
CNBC Indonesia · 12 September 2026 pukul 16.00