Proyek Gasifikasi Batu Bara Bumi Etam Chemical Targetkan 2 Juta Ton Metanol per Tahun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310742/original/046404000_1785335145-email-attachment_2026_07_29_immanuel-christian_arutmin-dan-kpc-tegaskan-proyek-coal-to-methanol-bumi-etam-chemical-jadi-tonggak-hilirisasi-batu-bara-indonesia_IMG_6120.jpeg)
PT Bumi Etam Chemical (BEC), anak usaha PT Arutmin Indonesia dan PT Kaltim Prima Coal, menandatangani kontrak Front-End Engineering Design (FEED) dan EPCC Framework Agreement untuk proyek gasifikasi batu bara di Kutai Timur. Proyek ini menargetkan produksi 2 juta ton metanol per tahun dan merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk hilirisasi batu bara di Indonesia. Penandatanganan ini menandai dimulainya tahapan rekayasa dan perancangan menuju konstruksi.
Proyek bertujuan mengubah batu bara dari komoditas mentah menjadi metanol, produk kimia bernilai tambah tinggi untuk industri nasional. Diharapkan memperkuat struktur industri, mengurangi ketergantungan impor bahan baku kimia, serta menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur dan Indonesia. BEC bekerja sama dengan PT Istaka Karang Laut dan CNCEC sebagai mitra engineering.
Meski masih dalam fase rekayasa, penandatanganan kontrak ini merupakan milestone penting untuk proyek gasifikasi batu bara pertama di Indonesia. Proyek ini masih harus melalui tahapan panjang sebelum keputusan investasi akhir dan pembangunan penuh.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 29 Juli 2026 pukul 19.05
BUMI Bakal Sulap 7,7 Ton Batu Bara Kalori Rendah Jadi Metanol
Berita terkait
Investasi Hilirisasi Tembus Rp300,1 Triliun di Semester I-2026
Warta Ekonomi · 14 Agustus 2026 pukul 20.50
Pakar: Penguatan industri-investasi pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen
ANTARA News · 14 Agustus 2026 pukul 15.28
Wamen Investasi Bocorkan Timah Solder Malaysia Lebih Murah dari RI
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 19.25
Hanya Fokus Pada Industri, Keseimbangan Pasokan Komoditas Disorot
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 16.33