Proyek Rusal dari Rusia di Kalimantan Belum Kantongi Izin ESDM
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa izin rencana investasi United Company Rusal (Rusal) dari Rusia untuk mengembangkan fasilitas pengolahan bauksit di Kalimantan belum diberikan. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyatakan hal ini saat ditanya mengenai perkembangan proyek tersebut. Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa proyek ini direncanakan berlokasi di Kalimantan dan proses perizinannya sudah mendekati tahap akhir. Rencana investasi ini juga disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat mengikuti Eastern Economic Forum (EEF) di Vladivostok, Rusia, pada September 2026. Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintah telah mencapai kemajuan dalam kerja sama pengolahan mineral dengan Rusal, salah satu entitas aluminium terbesar di dunia. Rusal direncanakan akan masuk ke Indonesia secara besar-besaran untuk mengembangkan kilang bersama dengan kelompok usaha lokal. Terkait keterlibatan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dalam proyek ini, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara menyatakan belum ada kepastian mengenai mitra yang akan digandeng Rusal. Rusal adalah perusahaan aluminium asal Rusia yang bergerak dari pertambangan bauksit, produksi alumina, hingga pengolahan aluminium. Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina sebagai bagian dari penguatan industri hilirisasi mineral di dalam negeri.
Bagikan
Berita terkait
Mengenal Rusal, Raksasa Aluminium Rusia yang Siap Masuk Kalimantan
Warta Ekonomi · 12 September 2026 pukul 21.16
Rusia Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di Kalimantan
kumparan · 12 September 2026 pukul 04.00
Bahlil Sebut Rusia Bakal Bangun Pabrik Pemurnian Bauksit di RI
CNN Indonesia · 12 September 2026 pukul 03.45
Perusahaan Rusia Segera Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan, Bahlil: Izin Hampir Final
Warta Ekonomi · 11 September 2026 pukul 16.30