PSI Soal Duet Gibran-Dedi Mulyadi: Kita Berharap ke Depan Masyarakat Tidak Perlu Lagi Menggoreng Itu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta masyarakat tidak memperpanjang spekulasi terkait wacana duet Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ketua DPP PSI Bestari Barus menyatakan bahwa isu ini tidak perlu terus 'digoreng' hingga menjadi kegaduhan politik. Sikap ini disampaikan setelah pertemuannya dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah.
Bestari menegaskan bahwa belum ada pembahasan resmi mengenai pasangan tersebut di dalam partainya. Ia menyampaikan bahwa pesan dari Jokowi lebih fokus pada penyelesaian struktur organisasi PSI hingga tingkat paling bawah, yang akan mendukung proses verifikasi oleh KPU untuk Pemilu 2029.
Sebelumnya, spekulasi muncul setelah Farhat Abbas, seorang tokoh Projo, menyebut nama Gibran dan Dedi Mulyadi dalam sebuah pertemuan dengan Jokowi. Namun, PSI menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah kesiapan organisasi partai untuk menghadapi proses politik mendatang.
Bagikan
Berita terkait
Soal Pembahasan Gibran-Dedi Mulyadi di Solo, PSI: Pak Jokowi Cuma Menitipkan agar Kami Lebih Cepat
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 04.56
Masuk PSI, Dedi Mulyadi Berpotensi Berpasangan dengan Gibran di 2029
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 19.40
PSI Sentil Ketum Projo Budi Arie: Tak Perlu Libatkan Wajah Jokowi, Jauh Lebih Gentlemen
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 17.09
PSI Datangi Solo, Akhirnya Terungkap Soal Sikap Jokowi Terkait Omongan Ketum Projo Budi Arie
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 16.25