PSI Soroti Polemik Ijazah Gibran dan Jokowi: Orangnya Itu-itu Juga, Isunya Sengaja Dipelihara?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Grace Natalie, Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, mengkritik polemik ijazah Gibran Rakabuming Raka di Mahkamah Konstitusi (MK). Ia menyoroti bahwa isu serupa pernah terjadi dengan Presiden Jokowi sebelumnya dan bertanya apakah masalah ini sengaja dipelihara. Grace menilai gugatan mengandung kesalahan karena memaksakan sistem pendidikan Indonesia untuk menilai pendidikan luar negeri, seperti yang ditempuh Gibran di Singapura dan Australia. Ia menekankan bahwa Gibran menempuh pendidikan di tiga negara, termasuk UTS Insearch Australia hingga jenjang Sarjana, sehingga tidak seadilnya dipotong hanya di satu institusi. Polemik ini berujung pada perkara nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 yang diajukan oleh Partai Ummat dan pakar hukum seperti Denny Indrayana, yang meminta Gibran tidak memenuhi syarat pendidikan dalam Pasal 169 huruf UU Pemilu. Mahkamah Konstitusi akan memutuskan apakah ijazah Gibran sah secara hukum.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 Oktober 2026 pukul 12.51
Revisi UU Pemilu Harus Konsisten dengan Putusan MK dan Menjamin Kompetisi Politik yang Adil
Berita terkait
Hakim Tanya Nilai Gibran ke Kemendikdasmen: Ada yang Tinggi, Ada Fail Juga Kan?
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 17.57
Denny Indrayana Gagal Hadirkan Rocky Gerung sebagai Saksi Ahli di Sidang MK Kasus Ijazah Gibran
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 16.16
Kasus Ijazah Jokowi Disebut 'Sudah Selesai', Gugatan Gibran Masih Diukur Dampak Sistemiknya
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 21.48
Lawan Denny Indrayana, Relawan Gibran Siap Hadirkan Saksi di Sidang MK: Cluenya...
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 16.35