PT Vale Sambut Positif Revisi HPM Nikel, Komponen Ni Limonite 1,2% Turun 46%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menyambut positif revisi formula Harga Patokan Mineral (HPM) nikel terbaru melalui Kepmen ESDM Nomor 363/K/MB.01/MEM.B/2026. Perubahan utama terjadi pada limonite dengan kadar nikel (Ni) ≤1,2%, di mana Correction Factor (CF) diturunkan dari 26% menjadi 14%. Hal ini mengurangi komponen nilai Ni sebesar 46% per dry metric ton (dmt), dari US$5.206 menjadi US$2.806 dengan asumsi Harga Mineral Acuan (HMA) Nikel September 2026 sebesar US$16.698/dmt. Sebelum revisi, formula lama (Kepmen 144/2026) membuat harga bijih nikel naik dua kali lipat, menyebabkan beban bagi perusahaan pengolah HPAL. PT Vale menilai penyesuaian ini lebih realistis dan mendekati kondisi pasar, sekaligus mengapresiasi proses diskusi pemerintah dengan pelaku industri. Namun, perhitungan awal belum mencakup kontribusi mineral ikutan seperti besi, kobalt, serta faktor kadar air.
Bagikan
Berita terkait
Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 15.00
Dewa Ayu, Daniel Hutapea bawa Merah Putih pada pembukaan Asian Games
ANTARA News · 18 September 2026 pukul 21.29
Aturan Baru HPM Nikel 2026 Bikin Penambang Menjerit, Smelter Malah Panen Cuan?
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 21.00
Astra Otoparts Bidik Akses Pasar Global Lewat Automechanika Jakarta
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 20.37