Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga sulfur melonjak akibat gangguan rantai pasok global, terutama dari Timur Tengah, yang mengancam kelangsungan industri hilirisasi nikel di Indonesia. PT Vale Indonesia (INCO) mengkaji sumber alternatif sulfur untuk mengurangi ketergantungan impor, dengan menguji ekstraksi dari pirit yang menunjukkan hasil positif dalam percobaan awal. Perusahaan menekankan aspek lingkungan tetap menjadi prioritas sebelum penerapan skala besar.
Indonesia sangat bergantung pada impor sulfur dari Timur Tengah, mencakup 75-80% kebutuhan pada 2025 dari total sekitar 5,3 juta ton. Sulfur merupakan komponen krusial untuk memproduksi asam sulfat dalam proses HPAL, dengan industri membutuhkan 10-12 ton sulfur per ton nikel MHP. Konsentrasi pasokan ini berisiko terganggu akibat penutupan Selat Hormuz.
Vale melihat peluang baru dari tantangan ini, dengan mengeksplorasi sumber sulfur yang sebelumnya tidak dieksploitasi, seperti pirit, untuk mencapai feed sulfur yang mencukupi tanpa dampak negatif baru.
Bagikan
Berita terkait
Impor RI Naik Tajam, Ini Biang Keroknya
Detik.com · 4 Agustus 2026 pukul 05.55
BPS Catat Impor RI Tembus US$25,91 M per Juni 2026, Ini Penyebabnya
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 17.46
HUT Ke-81 RI, Keadilan Penegakan Hukum Dinilai Hanya Sebatas Omon-omon
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 16.45
Indonesia Adil Makmur, Tim Paskibraka di Upacara Penurunan Bendera
CNN Indonesia · 17 Agustus 2026 pukul 16.36