Pupuk Indonesia Sasar Rusia, Danantara Kasih Restu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4383486/original/034295100_1680642790-WhatsApp_Image_2023-04-05_at_03.50.00.jpeg)
Pupuk Indonesia (Persero) menjajaki kerja sama strategis dengan Rusia untuk mengembangkan fasilitas produksi amonia dan urea di Nakhodka Fertilizer Plant Phase 2 (NFP-2), sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperluas alternatif sumber produksi dan pasokan pupuk. Direktur Utama Rahmad Pribadi menyatakan proyek ini berpotensi memberikan akses ke produksi berbasis gas dengan biaya bahan baku kompetitif, sekaligus memperkuat resiliensi rantai pasok nasional. Proyek ini menjadi tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam EEF ke-11.
Menteri Investasi dan CEO Danantara Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa investasi di Vladivostok dapat memperkuat ketahanan bahan baku dan industri nasional. Pengalaman Pupuk Indonesia dalam mengolah gas untuk produksi amonia dan urea menjadi modal penting dalam mengkaji proyek ini, yang relevan dengan karakteristik NFP-2 yang menggunakan gas alam.
NFP-2 dikembangkan JSC Ruschem di Primorsky Krai, Rusia Timur, dengan kapasitas produksi sekitar 1,8 juta ton metanol, 2 juta ton amonia, dan 3,5 juta ton urea per tahun, dengan target komersialisasi sekitar 2030. Lokasi strategis Vladivostok yang memiliki akses ke Samudera Pasifik berpotensi memperluaskan jangkauan pasar Pupuk Indonesia ke kawasan Asia-Pasifik.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 5 September 2026 pukul 11.05
RI Jajaki Bangun Pabrik Pupuk di Rusia
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 02.02
Pupuk Indonesia Jajaki Investasi Pabrik Pupuk di Rusia, Bidik Pasar Asia-Pasifik
Berita terkait
BUMN Buka Peluang Bangun Pabrik Pupuk di Rusia
Detik.com · 4 September 2026 pukul 09.10
Indonesia Jajaki Bangun Pabrik Pupuk Urea di Rusia
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 22.20
Indonesia Sodorkan Penawaran 138 Blok Migas ke Rusia
SINDOnews · 4 September 2026 pukul 21.47
Indonesia Tawarkan 100 Lebih Blok Migas ke Rusia
Warta Ekonomi · 4 September 2026 pukul 19.10