Jakarta · Senin, 7 September 2026Cari
WargaKonoha

Pupuk Indonesia Sasar Rusia, Danantara Kasih Restu

Pupuk Indonesia (Persero) menjajaki kerja sama strategis dengan Rusia untuk mengembangkan fasilitas produksi amonia dan urea di Nakhodka Fertilizer Plant Phase 2 (NFP-2), sebagai bagian dari strategi jangka panjang memperluas alternatif sumber produksi dan pasokan pupuk. Direktur Utama Rahmad Pribadi menyatakan proyek ini berpotensi memberikan akses ke produksi berbasis gas dengan biaya bahan baku kompetitif, sekaligus memperkuat resiliensi rantai pasok nasional. Proyek ini menjadi tindak lanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam EEF ke-11.

Menteri Investasi dan CEO Danantara Rosan P. Roeslani menyampaikan bahwa investasi di Vladivostok dapat memperkuat ketahanan bahan baku dan industri nasional. Pengalaman Pupuk Indonesia dalam mengolah gas untuk produksi amonia dan urea menjadi modal penting dalam mengkaji proyek ini, yang relevan dengan karakteristik NFP-2 yang menggunakan gas alam.

NFP-2 dikembangkan JSC Ruschem di Primorsky Krai, Rusia Timur, dengan kapasitas produksi sekitar 1,8 juta ton metanol, 2 juta ton amonia, dan 3,5 juta ton urea per tahun, dengan target komersialisasi sekitar 2030. Lokasi strategis Vladivostok yang memiliki akses ke Samudera Pasifik berpotensi memperluaskan jangkauan pasar Pupuk Indonesia ke kawasan Asia-Pasifik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait