Jakarta · Selasa, 6 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pupuk Indonesia Ungkap Peluang Ekspor Urea 2027, Sejumlah Negara Mulai Dekati RI

PT Pupuk Indonesia mengungkapkan peluang ekspor urea pada 2027, dengan sejumlah negara mulai mendekatkan diri untuk kerja sama penjualan. Perusahaan memiliki kapasitas produksi urea sebesar 9,4 juta ton, dengan target produksi tahun ini 7,8 juta ton. Kebutuhan domestik diperkirakan mencapai 6,3 juta ton, sehingga sekitar 1,5 juta ton berpotensi diekspor. VP Komunikasi Korporat Cindy Systiarani menyatakan komunikasi telah dilakukan dengan beberapa negara, termasuk Australia, namun ekspor tetap memerlukan izin pemerintah sesuai Peraturan Presiden Nomor 113. Pupuk Indonesia menekankan prioritas pemenuhan kebutuhan dalam negeri sebelum ekspor dilakukan.

Ekspor urea ke Australia menjadi langkah pertama yang dilakukan pada Mei 2026 melalui skema Government-to-Government (G2G). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara langsung melakukan pelepasan kapal pengangkut di Dermaga BSL PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang. Volume pengiriman perdana mencapai 47.250 ton, dengan rencana peningkatan hingga 500.000 ton senilai sekitar Rp7 triliun. Ekspor ini merupakan tindak lanjut pembicaraan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan bahwa ekspor urea bukan sekadar transaksi bisnis, tetapi juga instrumen diplomasi pangan untuk memperkuat ketahanan pangan di kawasan Asia-Pasifik. Langkah ini menegaskan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok pupuk global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait