Purbaya Akui Pendapatan Kelas Menengah Turun, Siapkan Strategi Genjot Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui pendapatan kelas menengah Indonesia turun karena tidak terjangkau skema subsidi. Untuk mengatasi ini, pemerintah fokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi hingga 6,5-8% untuk menciptakan lapangan kerja formal. Subsidi BBM dikeluarkan Rp 500 triliun, non-BBM Rp 540 triliun, namun kelas menengah tidak tersentuh. Solusi utama bukan subsidi, melainkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat untuk mencegah deindustrialisasi dan meningkatkan penciptaan lapangan kerja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 3 September 2026 pukul 15.17
Purbaya Buka-bukaan Kondisi Kelas Menengah RI: Pendapatan Turun!
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 18.15
Purbaya Ungkap Nasib Kelas Menengah Indonesia
Liputan6.com · 3 September 2026 pukul 11.45
Malaysia Turunkan Harga BBM Non-Subsidi
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 17.48
DPR dan Pemerintah Sepakat 2027 Target Pertumbuhan Ekonomi 6%, Rupiah Rp17.500
Berita terkait
Meski Kinerja Ekonomi Lebih Baik Dibandingkan Negara Tetangga, Anwar Ibrahim Fokus ke Subsidi
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 21.25
Pemerintah Targetkan Bisa Buka 3,49 Juta Lapangan Pekerjaan di 2027
kumparan · 27 Agustus 2026 pukul 17.45
Prabowo Pamer Investasi Capai Rp 1.010 T pada Semester I, Serap 1,4 Juta Pekerja
kumparan · 14 Agustus 2026 pukul 11.21
Kemenperin: 22 Subsektor Industri Masih Ekspansi
CNN Indonesia · 1 September 2026 pukul 11.39