Purbaya: Kelas Menengah Tertekan, Subsidi Tidak Cukup, Targetkan Pertumbuhan 6-8%
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kondisi kelas menengah Indonesia tertekan akibat penurunan pendapatan. Subsidi BBM senilai Rp 500 triliun dan subsidi non-BBM Rp 540 triliun untuk pendidikan telah dialokasikan, namun tidak menjangkau kelas menengah. Purbaya menekankan perlu mempercepat pertumbuhan ekonomi di atas 6%-6,5% untuk menciptakan lapangan kerja formal dan mengangkat kembali pendapatan kelas menengah.
Beberapa perbedaan muncul terkait target pertumbuhan ekonomi. Detik.com melaporkan target 8% yang didukung program hilirisasi, sementara kumparan menyebutkan target 6,5-8%. Liputan6.com menjelaskan target 8% secara bertahap dengan fase pertama 6%-6,5%.
Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi di bawah 5% berisiko menyebabkan deindustrialisasi dan berkurangnya lapangan kerja formal. Solusi utama bukan subsidi, melainkan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat untuk mencegah deindustrialisasi dan meningkatkan penciptaan lapangan kerja. Harapan: kelas menengah dapat meningkat dalam 1-2 tahun ke depan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
Detik.com
Purbaya Buka-bukaan Kondisi Kelas Menengah RI: Pendapatan Turun!
3 September 2026 pukul 15.17 · Baca aslinya ↗
kumparan
Purbaya Akui Pendapatan Kelas Menengah Turun, Siapkan Strategi Genjot Ekonomi
3 September 2026 pukul 16.38 · Baca aslinya ↗
Liputan6.com
Purbaya Ungkap Nasib Kelas Menengah Indonesia
3 September 2026 pukul 18.15 · Baca aslinya ↗