Purbaya Benahi DTSEN Setelah Desil 9-10 Dinilai Tak Tepat Sasaran
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9305867/original/021025200_1784806171-email-attachment_2026_07_23_ariefhakim-at-klyid_menkeu-purbaya-belum-tentukan-pfii-berdiri-di-lahan-bumn_1000385985.jpg)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah sedang memperbaiki Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) setelah data penerima manfaat pada desil 9-10 dinilai tidak sesuai kondisi ekonomi. Untuk meningkatkan akurasi data, pemerintah menambah anggaran hampir Rp 7 triliun untuk Badan Pusat Statistik (BPS). DTSEN membagi keluarga ke dalam 10 desil berdasarkan berbagai karakteristik sosial ekonomi seperti perumahan, air minum, energi, pendidikan, pekerjaan, dan kesehatan menggunakan metode Proxy Means Test (PMT). Purbaya berharap kualitas data dapat membaik pada tahun depan setelah perbaikan proses survei.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 13.58
Purbaya Kejar Perbaikan Data Desil, Target Lebih Rapih di Tahun Depan
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 12.33
BPS Jelaskan Definisi, Manfaat, dan Cara Kerja DTSEN
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 19.00
BNPB Masih Punya Rp5 Triliun, Purbaya Siap Tambah Dana Karhutla Jika Kurang
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 16.24
Warga Protes Salah Masuk Desil 9-10, Purbaya Benahi Data DTSEN Jelang Pembatasan Pertalite
Berita terkait
BPS Buka-bukaan Dasar Penentuan Desil 1-10
Detik.com · 23 Agustus 2026 pukul 05.55
DTSEN Jadi Rujukan Bersama, BPS Jelaskan Arti Desil
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 17.09
DTSEN Jadi Rujukan Bersama, BPS Jelaskan Arti Desil
kumparan · 22 Agustus 2026 pukul 14.43
Purbaya Kecewa Kualitas Data DTSEN, Padahal Anggaran Hampir Rp7 Triliun
Warta Ekonomi · 26 Agustus 2026 pukul 15.47