Jakarta · Rabu, 9 September 2026Cari
WargaKonoha

Purbaya Buka Peluang APBN Biayai Saldo Rekening Masyarakat Rp50 Ribu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang agar saldo awal rekening masyarakat sebesar Rp50 ribu dapat ditanggung oleh APBN. Menurutnya, pemerintah masih memiliki cadaran anggaran belanja negara yang dapat digunakan untuk membiayai program ini. Namun, mekanisme pemberian dana tersebut mas masih dalam tahap perancangan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia. CEO BPI, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah berkoordinasi untuk menyelenggarakan pembukaan rekening tersebut. BRI akan melayani pembukaan rekening di seluruh Indonesia, sementara BSI disiapkan khusus untuk wilayah Aceh. Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, berencana memberikan dana awal Rp50 ribu kepada sekitar 200 juta penduduk yang akan memiliki rekening. Rekening ini akan dibuka otomatis bagi warga yang memasuki usia 17 tahun dan telah memiliki KTP, dengan memanfaatkan data Dukcapil. Airlangga menegaskan bahwa dana awal tersebut tidak boleh dipotong oleh pihak perbankan, dan pemerintah akan menyiapkan regulasi agar dana tersebut tetap utuh. Rekening yang disiapkan nantinya tidak hanya untuk saldo awal, tetapi juga dapat digunakan sebagai saluran penyaluran program pemerintah seperti bantuan sosial tunai. Bagi UMKM, rekening ini akan terhubung dengan sistem pembayaran QRIS tanpa biaya bagi pedagang. Pembukaan rekening akan melibatkan pemadanan data Dukcapil dengan sistem Bank Indonesia untuk mendukung sistem pembayaran dan gateway melalui QRIS.

Berita terkait