Purbaya Pantau 5 Pegawai Pajak Paling Nakal, 3 Teratas Langsung Dirumahkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan langkah perbaikan internal Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Ia membuat pemetaan dan peringkat lima pegawai paling dicurigai melanggar, tiga orang pertama langsung dirumahkan sebagai sinyal tegas. Purbaya juga mereorganisasi pejabat eselon 2, 3, hingga 4; pegawai kurang baik dipindahkan ke daerah, yang berprestasi ditempatkan di kantor pajak besar. Akses penegak hukum seperti KPK, Polisi, dan Kejaksaan dibuka untuk memproses oknum pelanggar secara adil. Hasilnya, penerimaan pajak akhir Juli 2026 tumbuh hampir 30% dibanding tahun sebelumnya tanpa kenaikan tarif pajak.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 2 September 2026 pukul 19.00
KPK Geledah Perusahaan Tambang Terkait Kasus Dugaan Korupsi Pajak di Banjarmasin
JPNN.com · 2 September 2026 pukul 15.53
Kasus KPP Banjarmasin, KPK Geledah Perusahaan di Sektor Pertambangan
VOI · 2 September 2026 pukul 14.54
KPK Usut Proses Pemeriksaan Pajak PT Adaro di KPP Banjarmasin
Berita terkait
KPK Geledah 8 Lokasi di Banjarmasin, Usut Dugaan Korupsi Perpajakan
JawaPos · 31 Agustus 2026 pukul 22.00
Purbaya Kantongi Nama Pegawai Pajak Nakal yang Mau Dipecat
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.06
Purbaya Buka Suara Soal Pejabat Bea Cukai Ditangkap KPK
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 16.54
Purbaya soal Pejabat Bea Cukai Ditahan KPK: Perbaikan agar Pelanggaran Menuju Nol
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 16.20