Jakarta · Kamis, 20 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Purbaya Sebut AS Tiru Langkah RI Buyback Surat Utang

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa langkah Amerika Serikat (AS) dalam memperbesar pembelian kembali (buyback) surat utangnya sejalan dengan kebijakan yang telah dilakukan Indonesia untuk menjaga likuiditas pasar keuangan. Menurutnya, kedua negara memiliki tujuan yang sama meskipun Indonesia lebih dulu menerapkan kebijakan tersebut. Indonesia telah menjalankan buyback surat utang sejak Mei 2026 melalui skema Bond Stabilization, dengan pembelian kembali Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp 600 miliar dari investor asing.

Departemen Keuangan AS baru-baru ini mengumumkan rencana untuk menggandakan nilai buyback surat utang Treasury bertenor panjang dari USD 2 miliar menjadi setidaknya USD 4 miliar per operasi. Kebijakan ini akan berlaku dari 9 September hingga 4 November 2026, mencakup dua kelompok tenor yakni surat utang 10-20 tahun dan 20-30 tahun. Langkah ini diambil setelah aksi jual besar-besaran di pasar obligasi mendorong kenaikan imbal hasil (yield) Treasury AS.

Sebelumnya, yield Treasury 30 tahun pernah mencapai 5,34 persen pada 18 Agustus, tingkat tertinggi dalam 19 tahun. Setelah pengumuman kebijakan buyback yang diperbesar, yield tersebut turun dan berada di sekitar 5,184 persen. Purbaya menekankan bahwa pemerintah Indonesia akan terus mengambil langkah-langkah untuk menjaga likuiditas ketika terjadi gangguan di pasar keuangan.

Berita terkait