Jakarta · Minggu, 16 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Purbaya Sebut Porsi Manufaktur Menyusut Bukan Berarti Lesu

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa menyusutnya porsi industri pengolahan dalam pertumbuhan ekonomi nasional tidak berarti sektor manufaktur sedang melemah. Menurutnya, penurunan kontribusi relatif tersebut lebih karena pertumbuhan sektor lain yang lebih cepat, sementara industri pengolahan tetap mencatat pertumbuhan positif. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan instrumen kebijanan pada semester II 2026 untuk memperkuat daya saing sektor industri manufaktur. Ia juga berharap pemulihan permintaan global dalam beberapa bulan mendatang dapat menjadi pendorong bagi peningkatan produksi dan ekspor industri manufaktur nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur masih berada di zona ekspansi dengan Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur (IKBM) Indonesia mencapai 52,31 pada kuartal II 2026, meningkat dari 51,37 pada kuartal I 2026. Namun, kontribusi sektor industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 turun menjadi 0,90 poin persentase dibandingkan 1,03 poin persentase pada kuartal I 2026 dan 1,13 poin persentase pada periode yang sama tahun sebelumnya. Purbaya menjelaskan bahwa kondisi ini lebih mencerminkan perubahan komposisi pertumbuhan antar sektor ekonomi daripada pelemahan fundamental industri manufaktur itu sendiri.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait