Jakarta · Jumat, 2 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Pemerintah Perkuat Bauran Kebijakan untuk Jaga Stabilitas Ekonomi RI

Tiga indikator makroekonomi yang dirilis pada Kamis (1/10) menunjukkan perekonomian Indonesia tetap tangguh. Inflasi September 2026 tercatat 3,28% (yoy), berada dalam rentang sasaran nasional 2,5±1%. Neraca perdagangan Agustus 2026 mencatat surplus USD3,55 miliar, melanjutkan surplus kumulatif USD7,25 miliar sejak Januari. PMI Manufaktur September 2026 naik ke 52,4, kembali memasuki zona ekspansi setelah 49,8 pada Agustus.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah terus menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Terjaganya inflasi, kembali ekspansifnya sektor manufaktur, dan tetap tumbunnya ekspor menunjukkan fondasi perekonomian Indonesia kuat di tengah dinamika global.

Untuk menjaga kestabilan, pemerintah memperkuat bauran kebijakan melalui penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap III, Bantuan Pangan Beras 10 kg/bulan, dan percepatan SPHP beras medium. Stabilitas pasokan diperkuat via Gerakan Pangan Murah, Cadangan Beras Pemerintah, dan optimalisasi Kerja Sama Antar Daerah. Ekspor nonmigas didorong oleh besi dan baja (USD19,18 miliar), CPO (USD17,75 miliar), dan batu bara (USD16,58 miliar).

Diberitakan juga oleh


Berita terkait