Jakarta · Sabtu, 5 September 2026Cari
WargaKonoha

DPR Cecar Purbaya soal Pertumbuhan 5,45%, Ekonom: Enggak Ada Hasilnya

Ekonom senior Ferry Latuhihin meragukan klaim pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,45% pada paruh pertama 2026, meskipun data BPS mencatat pertumbuhan 5,61% pada kuartal I dan 5,29% pada kuartal II. Ferry bersama Fraksi PDIP DPR mempertanyakan langsung kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai hasil nyata dari pertumbuhan tersebut. "Kita lihat saja pertumbuhan ekonomi kita yang tinggi ya 5,61% ya di kuartal pertama, 5,29% di kuartal kedua sehingga rata-ratanya adalah 5,45%. itu hasilnya apa? Dan itu dipertanyakan DPR oleh Fraksi PDIP terhadap Purbaya. Hasilnya apa? Enggak ada hasilnya," ujarnya. Ferry menekankan bahwa tugas utama pemerintah bukanlah program sosial seperti beras gratis atau koperasi desa, melainkan menciptakan lapangan kerja bagi rakyat. Ia juga mempertanyakan validitas angka pertumbuhan tersebut dengan menilai indikator fisik pembangunan seperti gedung-gedung tinggi, jalan, pelabuhan, dan bandara yang seharusnya muncul jika pertumbuhan benar terjadi. "Misalnya di kota-kota besar ya, tumbuhnya kembali lagi ya bermunculannya skycrappers ya, gedung-gedung perkantikan yang tinggi, apa panjang jalanan yang bertambah, pelabuhan yang bertambah ya atau airport yang bertambah. Ini tidak ada kita lihat biasa-biasa saja," tegasnya. Sementara itu, Purbaya sebelumnya juga menyatakan larangan Jakarta mencari pinjaman, sementara Gubernur DKI Anies Baswedan tetap niat menerbitkan obligasi sebesar Rp5,6 triliun.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait