Raksasa Teknologi Terbelah soal AI, Bagaimana dengan Indonesia?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perkembangan kecerdasan artifisial (AI) memicu perdebatan di kalangan raksasa teknologi Silicon Valley. Sejumlah pemimpin perusahaan dan peneliti AI, termasuk Jacob Coxon dari Anthropic, meminta pengembangan AI dikendalikan karena risiko superintelligence yang dapat meningkatkan kemampuannya sendiri. CEO Anthropic Dario Amodei dan CEO OpenAI Sam Altman mendukung perlambatan pengembangan AI serta audit keamanan oleh pihak ketiga. Demis Hassabis dari DeepMind mengusulkan pembentukan badan standar global untuk mengatur laju pengembangan AI. Di sisi lain, Donald Trump dan Jensen Huang dari Nvidia menolak klaim bahwa AI akan menghancurkan dunia dan mendorong percepatan inovasi tanpa regulasi tambahan. Huang menekankan pentingnya pengujian produk sebelum peluncuran. Di Indonesia, pengamat Heru Sutadi menyatakan bahwa negara tidak perlu memilih antara inovasi dan regulasi. Ia menyoroti risiko jangka pendek seperti penipuan, deepfake, dan manipulasi informasi. Adopsi AI di Indonesia diklaim mencapai 92%, sehingga perlu ditingkatkan regulasi hingga tingkat undang-undang, serta upskilling dan reskilling tenaga kerja seiring target penciptaan 19 juta lapangan kerja baru.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 29 September 2026 pukul 00.00
Bill Gates Dorong Regulasi AI, Ngaku Ingin Bertemu Trump Bahas Risiko dan Pengawasan Teknologi Ini
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 13.35
Peringatan Bahaya Datang dari Berbagai Penjuru, Ini Kata Bill Gates
JawaPos · 28 September 2026 pukul 22.00
Bill Gates Sebut AI Tanpa Regulasi Bisa Sebabkan 1 Miliar Kematian, Dorong Pengawasan Ketat
Liputan6.com · 28 September 2026 pukul 16.10
DIGIForward 2026 Ajak Siswa SMK Jawa Tengah Kembangkan Solusi Nyata Berbasis AI
Berita terkait
Dunia Dalam Bahaya, Elit Global Kasih Peringatan di Hadapan PBB
CNBC Indonesia · 25 September 2026 pukul 21.20
Dunia Takut AI Lepas Kendali, Tombol Pembunuh Mulai Dibahas
Detik.com · 22 September 2026 pukul 05.45
Manusia Rp 3.438 Triliun Buka-Bukaan Masa Depan Dunia Tahun 2030
CNBC Indonesia · 21 September 2026 pukul 21.00
Perlambatan AI atau Kejar Tiongkok, Bos Teknologi AS Terbelah soal Masa Depan AI
JawaPos · 21 September 2026 pukul 17.15