Rangkap Jabatan Bahlil Disorot, Dinilai Bisa Hambat Eksekusi Hilirisasi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Eksekutif IMEW, Ferdy Hasiman, mengkritik rangkap jabatan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM. Struktur ini dinilai janggal dan berpotensi menambah birokrasi serta hambatan regulasi yang dapat memperlambat eksekusi program hilirisasi di lapangan.
Ferdy menyoroti bahwa nilai tambah produk tambang belum optimal karena kurangnya industri hilir yang menyerap produk antara. Contohnya, keterbatasan pabrik stainless steel untuk nikel dan kapasitas smelter tembaga yang belum mencukupi, sehingga produk masih banyak diekspor. Selain itu, transisi energi dinilai terhambat oleh insentif kendaraan listrik yang belum optimal dan dominasi pembangkit listrik batu bara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 18.15
Ini Alasan Prabowo Jadikan Bahlil Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 18.49
Bahlil soal Rangkap Jabatan: Transisi Energi dan Hilirisasi Tak Bisa Parsial
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 18.13
Bahlil Ungkap Alasan Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 17.30
Bahlil Merangkap Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Fokus Eksekusi Asta Cita
Berita terkait
Bahlil Bongkar Alasan Prabowo Bentuk Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Ada Geopolitik Dunia
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.29
Bahlil Ungkap Alasan Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 17.30
Resmi Jadi Menko Hilirisasi Merangkap ESDM, Bahlil Buka Suara
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 16.15
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Rangkap Menteri ESDM
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 15.01