Bahlil Bongkar Alasan Prabowo Bentuk Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Ada Geopolitik Dunia
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto membentuk posisi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi untuk merespons dinamika geopolitik dan ekonomi global. Bahlil Lahadalia resmi dilantik mengemban jabatan ganda sebagai Menko sekaligus Menteri ESDM berdasarkan Keppres Nomor 104P Tahun 2026. Langkah ini diambil karena hilirisasi dan transisi energi dipandang sebagai program prioritas yang saling berkaitan dan tidak dapat dijalankan secara terpisah.
Fokus utama posisi baru ini adalah memastikan kebijakan hilirisasi dan transisi energi berjalan komprehensif, terukur, dan searah dengan komitmen global Paris Agreement. Pemerintah bertujuan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dalam negeri sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan struktur ini, koordinasi lintas sektor diharapkan lebih kuat guna menghadapi perubahan sistem energi dunia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 18.13
Bahlil Ungkap Alasan Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 18.49
Bahlil soal Rangkap Jabatan: Transisi Energi dan Hilirisasi Tak Bisa Parsial
CNBC Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 18.15
Ini Alasan Prabowo Jadikan Bahlil Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.43
Bahlil Dapat Jabatan Baru, Ditanya Target 3 Bulan Jawab Begini
Berita terkait
Rangkap Jabatan Bahlil Disorot, Dinilai Bisa Hambat Eksekusi Hilirisasi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.52
Bahlil Dilantik Jadi Menko Hilirisasi, DPR Harap Urusan Energi Makin Baik
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.34
Bahlil Ungkap Alasan Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 17.30
Alasan Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 17.00