Ini Alasan Prabowo Jadikan Bahlil Menko Hilirisasi dan Transisi Energi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi berdasarkan Keppres No. 104/P/2026 pada 1 Oktober 2026. Bahlil kini memegang dua jabatan strategis sekaligus, yakni sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi serta merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pembentukan kementerian koordinator ini didorong oleh ketidakpastian geopolitik global dan tuntutan ekonomi dunia terhadap penggunaan energi bersih. Langkah ini bertujuan agar program prioritas hilirisasi dan transisi energi dikelola secara komprehensif dan terukur, sekaligus memenuhi komitmen Indonesia terhadap Paris Agreement. Bahlil akan segera berkonsultasi dengan Presiden untuk memetakan proyek strategis dan memeriksa Perpres terkait kementerian teknis di bawah koordinasinya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.52
Rangkap Jabatan Bahlil Disorot, Dinilai Bisa Hambat Eksekusi Hilirisasi
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 18.49
Bahlil soal Rangkap Jabatan: Transisi Energi dan Hilirisasi Tak Bisa Parsial
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.49
Bahlil Ditanya Target 3 Bulan Jadi Menko, Jawabannya Bikin Penasaran: Saya Kerja Setiap Hari
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.29
Bahlil Bongkar Alasan Prabowo Bentuk Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Ada Geopolitik Dunia
Berita terkait
Respons Bahlil Rangkap Dua Jabatan Menteri Usai Dilantik Prabowo
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 18.15
Bahlil Ungkap Alasan Prabowo Bentuk Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 18.13
Bahlil Merangkap Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Fokus Eksekusi Asta Cita
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 17.30
Bahlil Ungkap Alasan Pembentukan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 17.30