Ratko Mladic, Komandan Militer dan Tukang Jagal Kejam Meninggal Dunia di Penjara
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ratko Mladic, mantan komandan militer Serbia Bosnia yang dijuluki 'Jagal Bosnia', meninggal di penjara di Den Haag pada usia 84 tahun. Ia menjalani hukuman penjara seumur hidup atas perannya dalam genosida pertama di Eropa sejak Perang Dunia II. Pemerintah Serbia sempat mengajukan agar Mladic berobat di luar penjara karena kondisi kesehatannya yang disebut serius, namun Mekanisme Residual Internasional PBB menyatakan bahwa perawatan medis yang diterimanya sudah memadai.
Mladic dikenal sebagai salah satu komandan militer paling kejam dalam konflik Yugoslavia. Pengadilan internasional memvonisnya bersalah atas kejahatan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang selama Perang Bosnia-Herzegovina (1992-1995). Noda tertinggi dalam rekam jejaknya adalah Pembantaian Srebrenica pada Juli 1995, ketika pasukannya menyerbu wilayah yang ditetapkan sebagai 'zona aman' oleh PBB dan mengeksekusi lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki Muslim Bosniak dalam beberapa hari.
Hingga kini, tragedi Srebrenica tetap menjadi simbol kejahatan terberat di Eropa pasca-Perang Dunia II. Jenazah ribuan korban telah ditemukan di kuburan massal dan diidentifikasi selama bertahun-tahun, meskipun sekitar 1.000 korban lainnya masih dalam pencarian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 28 Agustus 2026 pukul 01.45
Ratko Mladic, si Jagal Bosnia Meninggal Dunia di Den Haag
SINDOnews · 27 Agustus 2026 pukul 21.31
Ratko Mladic, Terpidana Penjahat Perang asal Serbia Bosnia, Meninggal Dunia
Berita terkait
Siapa Ratko Mladic? Jagal Bosnia Pembantai 8.000 Muslim, Mati sebagai Napi Penjahat Perang
SINDOnews · 28 Agustus 2026 pukul 12.51
Surat Perintah Penangkapan Dikeluarkan ICC, 125 Negara Wajib Tangkap Netanyahu
SINDOnews · 26 Agustus 2026 pukul 17.25
Turki Siapkan Red Notice Interpol untuk Tangkap Netanyahu Terkait Gaza
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 15.30
Turki Sebut Netanyahu Penjahat Genosida, Israel Balas Juluki Erdogan Diktator Anti-Semit
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 14.11