Realisasi Subsidi dan Kompensasi Energi Capai Rp 331,4 T hingga Agustus 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Realisasi subsidi dan kompensasi energi pemerintah hingga 31 Agustus 2026 mencapai Rp 331,4 triliun, setara 74,2 persen dari pagu APBN. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan, jumlah ini terdiri dari subsidi sebesar Rp 177,1 triliun dan kompensasi Rp 154,4 triliun. Pada periode yang sama pada 2025, realisasi hanya mencapai Rp 218 triliun. Peningkatan ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 52,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menyalurkan subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan barang dengan harga diatur, seperti BBM, LPG, listrik, dan pupuk. Faktor penyebab peningkatan meliputi fluktuasi Indonesian Crude Price (ICP), nilai tukar rupiah, dan meningkatnya volume konsumsi energi serta dampak volatilitas harga minyak akibat dinamika geopolitik global. Data penggunaan barang bersubsidi pada 2026 juga menunjukkan peningkatan, termasuk BBM naik 8,8 persen, LPG 3 kg naik 2,6 persen, pelanggan listrik bersubsidi naik 2,1 persen, pupuk naik 23,4 persen, dan debitur KUR naik 5,9 persen.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 20.35
Bahlil Heran Banyak Mobil Mewah Pakai BBM Subsidi
Berita terkait
Subsidi BBM, LPG-Listrik di 2026 Diperkirakan Naik Jadi Rp 227 Triliun
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 15.30
Anggaran Subsidi Energi Naik 20 Persen Jadi Rp272,94 T di RAPBN 2027
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 07.11
Anggaran Subsidi BBM-Listrik 2027 Tembus Rp 272,9 T!
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 17.11
Anggaran Subsidi Energi 2027 Naik, Prabowo Siapkan Rp28,7 T Buat BBM
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.00