Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Subsidi BBM, LPG-Listrik di 2026 Diperkirakan Naik Jadi Rp 227 Triliun

Subsidi energi pemerintah Indonesia untuk tahun 2026 diperkirakan meningkat menjadi Rp 227,26 triliun. Angka ini lebih tinggi dari rata-rata realisasi subsidi pada periode 2022-2025 yang mencapai Rp 174,73 triliun per tahun dengan pertumbuhan 2,5% per tahun.

Subsili didominasi oleh BBM jenis tertentu dan LPG tabung 3 kg dengan rata-rata Rp 104,28 triliun per tahun, serta subsidi listrik sebesar Rp 70,45 triliun per tahun yang tumbuh 12,9% didorong oleh peningkatan konsumsi dan biaya EBT. Pemerintah telah menerapkan reformasi ketepatan sasaran, seperti subsidi listrik tepat sasaran dan pendataan BBM/LPG berbasis NIK sejak 2024.

Untuk jangka menengah, pemerintah berencana mengubah subsidi dari berbasis komoditas menjadi berbasis target penerima manfaat, dengan harga energi ditentukan oleh pasar. Kebijakan subsidi energi 2027 akan fokus pada subsidi tetap untuk solar, transformasi LPG tepat sasaran, dan subsidi listrik untuk rumah tangga miskin sesuai Program PRO-KESRA yang menargetkan bantuan energi kepada 87 juta pelanggan listrik dan 66,4 juta pelanggan LPG pada 2029.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait