Rekening Raksasa Migas Iran Dibekukan Gegara Terlilit Utang Rp 304 T
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rekening bank National Iranian Oil Company (NIOC) dibekukan Bank of Industry and Mine milik pemerintah Iran akibat utang yang membengkak. Kepala National Development Fund (NDF) Iran, Mehdi Ghazanfari, menyatakan NIOC tak mampu melunasi utang hampir US$17 miliar (Rp304,3 triliun). Pembekuan ini terjadi meski undang-undang anggaran Iran sebenarnya menangguhkan pembayaran sebagian utang NIOC hingga Maret 2027.
Ghazanfari menjelaskan pengembangan ladang minyak Azadegan—yang diandalkan untuk pelunasan utang—melambat akibat hambatan birokrasi. Rencana pengalihan ladang minyak lain untuk bayar utang juga ditunda. Tekanan keuangan NIOC memburuk oleh sanksi internasional, minimnya investasi asing, dan ketergantungan pada pembiayaan domestik. Dana NDF yang semula untuk dana kekayaan negara kini banyak dipakai membiayai proyek.
Terpisah, NIOC berselisih dengan otoritas pajak soal kepatuhan faktur digital. Otoritas pajak sempat memblokir dan menarik dana rekening NIOC, namun dihentikan setelah intervensi kantor hukum pemerintah. NIOC berpendapat penjualan minyak negara dan transaksi ekspor rahasia tak boleh diperlakukan seperti aktivitas komersial biasa.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 5 Agustus 2026 pukul 22.17
Terlilit Utang Rp303 Triliun, Rekening Perusahaan Minyak Iran NIOC Dibekukan Bank Negara
Berita terkait
Pria Warga Negara Ganda Inggris-Iran Ditangkap Buntut Teror di Pangkalan AS
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 05.30
Trump Bersumpah Hantam Keras Iran Jika Terbukti Terlibat Pembajakan Flydubai
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 05.15
Netanyahu Ngaku Sudah Wanti-wanti Inggris soal Rencana Iran Serang Pangkalan AS
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 00.13
Trump Kembali Gertak Iran, Ancam Gerakan Militer Lagi
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 23.23